Lugasline.com – Amerika Serikat berhasil memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0. Namun, kemenangan tersebut diwarnai insiden yang melibatkan striker andalan mereka, Folarin Balogun, yang menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 setelah wasit meninjau tayangan VAR dan menilai tekel terhadap Tarik Muharemovic sebagai pelanggaran serius.
Meski harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir pertandingan, skuad asuhan Mauricio Pochettino mampu mempertahankan keunggulan dan mengamankan tiket ke fase gugur. Kartu merah Balogun sempat dipastikan membuatnya absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia sesuai regulasi disiplin FIFA.
Namun, menjelang pertandingan tersebut, Komite Disiplin FIFA mengambil keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Keputusan ini membuat Balogun tetap dapat memperkuat Amerika Serikat, meski kartu merahnya tetap tercatat dan ia berada dalam masa percobaan selama satu tahun.
Keputusan FIFA memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Belgia yang mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi. Di sisi lain, pelatih Mauricio Pochettino menyambut positif kembalinya Balogun, tetapi menegaskan bahwa fokus tim tetap tertuju pada performa kolektif, bukan hanya pada satu pemain.
“Kami menerima keputusan Komite Disiplin FIFA dan senang Folarin Balogun dinyatakan berhak tampil. Kini seluruh fokus kami tertuju pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia (06/07/2026).” Pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer).
“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan sebuah ketidakadilan besar!” Donald Trump melalui Truth Social, menanggapi keputusan FIFA yang mengizinkan Folarin Balogun tampil di babak 16 besar.
“Saya rasa 99,9 persen orang di dunia sepak bola menganggap hukuman ini tidak adil. Sudah ada banyak contoh sebelumnya bahwa sanksi bisa ditangguhkan dan dijalankan di kemudian hari. Saya senang karena menurut saya akan sangat tidak adil jika Balogun harus absen.”— Mauricio Pochettino.
“Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bermain untuk Folarin Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun.
“Kami sangat terkejut dengan keputusan ini”. Pernyataan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang memprotes keputusan FIFA mengizinkan Balogun tampil di babak 16 besar.
Kontroversi tersebut menjadikan kasus Balogun sebagai salah satu sorotan terbesar di Piala Dunia 2026, memperlihatkan bagaimana keputusan disipliner dapat memengaruhi jalannya turnamen sekaligus memicu perdebatan mengenai transparansi dan konsistensi dalam penegakan aturan FIFA. (Tim)






