Jambi, lugasline.com – Prosedur penindakan truk batu bara oleh Satlantas Polres Batanghari dipertanyakan. Aktivis Jambi, Amri S.Pd, menilai ada kejanggalan terkait penahanan kendaraan bermotif “efek jera” serta mekanisme penerbitan BRIVA tilang yang berkembang belakangan ini (12/07/2026).
Amri meminta Kapolda Jambi dan jajaran untuk melakukan evaluasi total dan menyegarkan personel yang bertugas di lapangan.
“Penegakan hukum tidak boleh sekadar tegas, tapi wajib transparan dan punya dasar regulasi yang kuat,” ungkap Amri.
“Apabila memang seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan, tentu harus disampaikan secara terbuka kepada publik. Namun apabila ditemukan adanya kekeliruan dalam pelaksanaan di lapangan, evaluasi dan penyegaran personel merupakan langkah yang patut dipertimbangkan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amri berharap jajaran pimpinan di lingkungan Polda Jambi dapat melakukan evaluasi secara objektif terhadap seluruh proses penegakan hukum yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari upaya pembenahan organisasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Ia menambahkan, kritik ini dilayangkan untuk menjaga nama baik institusi Polri agar tetap dipercaya masyarakat. Amri juga mengimbau publik untuk tetap menghormati proses yang berjalan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, sembari menunggu langkah transparansi dari pihak berwenang. (tim)






