KERINCI, lugasline.com- Aksi demonstrasi kembali digelar di halaman Kantor Bupati Kerinci, Kamis (13/11/2025). massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petisi Sakti, bersama sejumlah mahasiswa, menggelar aksi lanjutan menuntut pengusutan tuntas dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Dengan membawa spanduk dan pengeras suara, massa mendatangi kantor bupati. Mereka menyuarakan secara lantang tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Kerinci segera menindak dugaan penyimpangan yang disebut terjadi di Dinas Kesehatan setempat.
Ketua Umum LSM Petisi Sakti sekaligus Koordinator Lapangan aksi, Indra Wirawan menuding adanya praktik korupsi sistematis pada pengelolaan dana BOK tahun anggaran 2022–2024. Ia bahkan secara terbuka menyebut nama Hermendizal, Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, sebagai pihak yang diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan anggaran tersebut.
“Dugaan ini tidak boleh dianggap sepele! Dana BOK adalah amanah untuk rakyat. Jika benar ada penyelewengan, itu pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegas Indra dalam orasinya.
Menurut Petisi Sakti, dugaan penyimpangan terjadi di hampir seluruh puskesmas di Kabupaten Kerinci, baik rawat inap maupun nonrawat inap. Nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp800 juta per puskesmas, mencakup 16 puskesmas nonrawat inap dan 5 puskesmas rawat inap.
Massa menyampaikan dua tuntutan utama:
- Bupati Kerinci diminta menjatuhkan sanksi hukum dan administratif kepada Kepala Dinas Kesehatan Hermendizal.
- Menelusuri aliran dana BOK yang diduga bocor selama tiga tahun terakhir.
Namun hingga aksi berakhir, tak satu pun pejabat Pemkab Kerinci maupun perwakilan Dinas Kesehatan keluar menemui massa. Kantor tetap tertutup rapat, memicu kekecewaan dan menambah panas suasana di lapangan.
“Jika hari ini Bupati dan Kadis Kesehatan memilih bungkam, maka kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar! Jangan biarkan korupsi menggerogoti hak rakyat!” teriak Indra menutup orasi.
Aksi berakhir dengan tertib, namun LSM Petisi Sakti menegaskan perjuangan mereka belum selesai. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus dugaan korupsi BOK hingga ke meja penegak hukum.
“Kami tidak akan berhenti sebelum kebenaran terungkap dan para pelaku diadili. Ini bukan sekadar perjuangan hukum, tapi perjuangan moral demi masyarakat Kerinci,” tegas Indra Wirawan. (muh)






